EQUITYWORLD FUTURES – Warga Tangerang Selatan mengeluhkan terbengkalainya proyek pengecoran jalan di sekitar Cirendeu Raya yang membuat  kondisi lalu lintas semakin semrawut.

Hampir sepanjang hari -sejak pagi hingga malam- kondisi lalu lintas di wilayah tersebut seperti tersendat. Bahkan di jam-jam sibuk seperti saat berangkat sekolah dan bekerja,  lalu lintas  seperti berhenti.
Kondisi yang terjadi di sekitar simpang jalan Tarumanagera, Cirendeu Raya ini terjadi sejak terbengkalainya proyek pengecoran ruas jalan Cirendeu Raya.
Proyek yang dimulai pada awal September ini sekarang sudah tidak ada kegiatannya lagi. “Awalnya pada saat proyek dimulai pada September lalu,  kondisi baik-baik saja. Artinya kita tahu memang ada proyek pengecoran,” kata Budi Santoso, seorang warga Cirendeu pengguna jalan.
Namun menurut Budi Santoso kondisi mulai semrawut sejak pertengahan Oktober. “Proyek tiba-tiba tidak dilanjutkan. Warga sudah inisiatif cek ke  Dinas PU Tangsel, namun alasannya sama, ini proyek provinsi,” katanya.
Menurut Budi Santoso pula, Pihak Dinas PU Provinsi Banten sendiri telah menerima pengaduan ini dan menyebut akan menyampaikan masalah ini ke kontraktor serta instansi yang menangani.
Warga mengkhawatirkan bila proyek pengecoran ini berlarut-larut akan  membuat kondisi semakin buruk. “Apalagi katanya lapangan terbang Pondok Cabe akan difungsikan lagi sebagai lapangan terbang komersial,” kata Budi Santoso.
Jalan Cirendeu raya memang merupakan akses utama bagi warga yang bermukim di Pondok Cabe, Cirendeu sampai Pamulang untuk menuju Jakarta.