EQUITYWORLD FUTURES – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melarang warganya memakai nama dia dan meminta mereka yang sudah memakai namanya menggantinya.

Stasiun televisi Korea Utara mendapatkan dokumen bocoran milik negara yang menyebutkan larangan itu akan ditetapkan dalam undang-undang baru.

“Semua organisasi partai dan petugas keamanan harus membuat daftar warga dengan nama Kim Jong-un dan mereka harus dilatih dalam kerja sukarela untuk mengganti nama itu,” kata dokumen itu, seperti dilansir surat kabar the Independent, Rabu (3/12).

“Pihak berwenang harus memastikan tak seorang pun menyebarkan gosip atau keluhan tentang proyek ini,” kata dokumen itu selanjutnya.

Juru bicara di Kedutaan Besar Korea Utara di London menolak berkomentar soal ini.

Namun seorang pejabat Korea Utara mengatakan dua pemimpin mereka sebelumnya, Kim Il-Sung dan Kim Jong-il juga pernah membuat aturan yang sama.

Dokumen itu didapatkan oleh Park Jin-Hee, seorang pembelot yang bekerja buat KBS. Dia meninggalkan negerinya pada 2008.

“Di Korea Utara tak ada orang punya nama Kim Il-Sung dan Kim Jong-il. Bisa dipastikan aturan yang sama juga berlaku bagi Kim Jong-un,” kata dia.