EQUITYWORLD FUTURES – Yen mengalami lonjakan terbesar sejak Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa seiring harapan pedagang menurun untuk stimulus moneter dan fiskal lebih lanjut menjelang pertemuan pembuat kebijakan Bank of Japan (BOJ) pada akhir pekan ini.

Mata uang Jepang menguat terhadap 16 mata uang utama setelah Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan pemerintah belum memutuskan pada ukuran paket stimulus fiskal.

Surat kabar Nikkei melaporkan bahwa rencana tersebut akan meliputi 6 triliun yen ($ 58 miliar) dari pengeluaran baru, meskipun hanya sekitar ¥ 2 triliun itu akan berada dalam anggaran tambahan untuk disahkan tahun ini.

EQUITYWORLD FUTURES : Yen menguat 1 % ke level 104,72 per dolar pada pukul 11:45 siang waktu New York, pada laju kenaikan terbesar sejak 24 Juni lalu.

Disaat itulah hari dimana UK mengumumkan telah memilih untuk keluar dari Uni Eropa, mengirim para investor berebut untuk aset havens dan mendorong mata uang Jepang menyentuh level 2 1/2-tahun tertinggi ke 99,02 terhadap dolar.

Yen masih turun sekitar 1,5 % selama bulan ini setelah meningkatnya spekulasi bahwa pemerintah Jepang akan memperluas stimulus moneter dan fiskal. Yen dihargai 1,3 % pada hari Selasa ke level 114,86 per euro.

Pedagang telah berspekulasi dalam beberapa bulan terakhir bahwa para pembuat kebijakan Jepang kemungkinan melakukan helicopter money, di mana pemerintah akan menjual utang non-marketable untuk bank sentral yang akan menyuntikkan dana ke dalam perekonomian. Bank sentral telah menetapkan strateginya. – Equity world Futures