EQUITYWORLD FUTURES – Bagi para pembuat kebijakan dari Tokyo hingga Sydney, memperluas stimulus telah membuktikan tidak ada jaminan dari pelemahan mata uang.

Yen dan Aussie keduanya diperdagangkan lebih kuat dari sebelum pengumuman kenaikan stimulus di Jepang dan Australia selama seminggu terakhir.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dan Gubernur Reserve Bank of Australia Glenn Stevens keduanya telah menunjukkan bahwa kekuatan mata uang merupakan headwind untuk ekonomi mereka.

Sebagian dari masalah ini terletak di luar kendali mereka: Pertumbuhan AS yang loyo di tengah gejolak dalam ketegangan geopolitik – termasuk keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa – telah membuat Federal Reserve untuk menunda menaikkan suku bunga tahun ini. Futures isyaratkan pengetatan kebijakan moneter AS tidak akan terjadi sampai pertengahan 2017 mendatang.

EQUITYWORLD FUTURES : Yen diperdagangkan di 101,13 per dolar pada pukul 10:15 pagi di Tokyo, 0,2 persen lebih lemah dari perdagangan di hari Rabu. Yen telah melonjak 4,3 persen selama tiga hari sebelumnya.

Kuroda dan dewan direksinya telah mengecewakan investor pada hari Jumat dengan meninggalkan pembelian obligasi dan suku bunga deposito negatif tidak berubah, bahkan saat mereka meningkatkan pembelian ETF.

Sentimen itu diperparah setelah rincian belanja fiskal yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan hanya 4,6 triliun yen ($  miliar) pengeluaran ekstra dari paket keseluruhan senilai 28 triliun yen.

Aussie jatuh 0,2 persen menjadi 75,93 sen AS, menyusul reli 1 persen pada hari Selasa, ketika RBA memangkas suku bunganya seperempat poin menuju rekor 1,5 persen.