Analis Trust Securities, Reza Priyambada, memperkirakan penguatan nilai tukar Yen dan Won di awal pekan berimbas pada menguatnya beberapa mata uang emerging market, salah satunya Rupiah. Yen menguat seiring masih adanya kekhawatiran akan kembalinya tensi geopolitik di Timur Tengah di mana membuat tingginya permintaan akan mata uang save heaven.

“Terapresiasinya laju sejumlah mata uang Asia memberikan angin segar bagi Rupiah yang mampu berbalik positif. Respon positif atas penguatan indeks manufaktur China berimbas pada terkereknya laju mata uang Asia,” ujar Reza di Jakarta, Senin (7/7).

Laju Rupiah akan berada pada level resisten Rp 11.858. Adanya sentimen positif mampu menggerakkan laju Rupiah berbalik positif dan diharapkan dapat terjaga Rp 11.893-Rp 11.880 (kurs tengah BI).

Rilis berita mengenai inflasi dan neraca perdagangan cukup memberikan sentimen positif. Ancaman TDL yang mulai diberlakukan 1 Juli tampaknya sementara dihiraukan.

“Rilis inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meskipun terlihat lebih tinggi dari rilis sebelumnya yang dibarengi dengan surplus neraca perdagangan di mana lebih baik dari bulan sebelumnya yang mencatatkan defisit memberikan sentimen positif tambahan bagi Rupiah.